Langsung ke konten utama

Contoh Makalah Rekayasa Lingkungan Terhadap Tanah


BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang Masalah

Membahas tentang manusia berarti membahas tentang kehidupan sosialdan budayanya, tentang tatanan nilai-nilai, peradaban, kebudayaan, lingkungan, sumber alam, dan segala aspek yang menyangkut manusia dan lingkungannya secara menyeluruh.
Manusia adalah mahluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati, dan seterusnya, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positif maupun negatif.
Tanah merupakan bagian penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup dimuka bumi. Seperti kita ketahui rantai makanan bermula dari tumbuhan. Manusia, hewan hidup dari tumbuhan. Memang ada tumbuhan dan hewan yang hidup di laut, tetapi sebagian besar dari makanan kita berasal dari permukaan tanah.. Oleh sebab itu, sudah menjadi kewajiban kita menjaga kelestarian tanah sehingga tetap dapat mendukung kehidupan dimuka bumi ini. Akan tetapi, sebagaimana halnya pencemaran air dan udara, pencemaran tanah pun akibat kegiatan manusia juga.




1.2  Tujuan Pembahasan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dari makalah ini adalah :
·         Mengetahui Penyebab Pencemaran Tanah
·         Untuk Mengetahui Dampak Penyebaran Tanah Terhadap Lingkungan dan Manusia
·         Mengetahui Cara Penanganan Tanah Yang Tercemar



  


BAB II
DEVINISI

1.1  Pengertian Lingkungan
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).
Pengertian Lingkungan Menurut Para Ahli
·         Sambas Wirakusumah
Menurut Sambas, lingkungan hidup ialah segala sesuatu yang meliputi struktur eksternal biologis, dimana makhluk hidup serta ilmu mengenai lingkungan bisa menjadi wadah atau sarana mempelajari organisme yang ada.
·         Emil Salim
Emil menyatakan, bahwa lingkungan hidup meliputi semua kondisi dan benda. Selain itu, dampak yang ditimbulkan oleh sebuah ruang yang sedang Anda tempati, yang kemudian mempengaruhi lingkaran hidup di sekitarnya baik manusia, hewan maupun tumbuhan.
·         Darsono (1995)
Darsono pernah menyampaikan, bahwa lingkungan meliputi semua kondisi dan benda, misalnya manusia dan aktivitasnya, yang termasuk dalam aspek bagaimana manusia berperan dalam mempengaruhi sebuah proses kelangsungan hidup, baik kepada sesama manusia maupun makhluk hidup lainnya.
·         Otto Soemarwoto
Menurut Otto, lingkungan hidup terdiri atas semua benda dan juga keadaan yang ada di dalam sebuah ruang yang saat ini kita tempati dan memberikan dampak terhadap kehidupan.

1.2  Tanah
Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.
Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernapas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.
Tanah terbentuk dari proses pelapukan batuan yang dibantu oleh organisme membentuk tekstur unik yang menutupi permukaan bumi. proses pembentukan tanah ini akan membentuk lapisan-lapisan yang menutupi seluruh permukaan bumi. lapisan-lapisan yang terbentuk memiliki tekstur yang berbeda dan setiap lapisan juka akan mencerminkan proses-proses fisika, kimia dan biologi yang telah terjadi selama proses pembentukannya. Hans Jenny (1899-1992), seorang pakar tanah asal Swiss yang bekerja di Amerika Serikat, menyebutkan bahwa tanah terbentuk dari bahan induk yang telah mengalami modifikasi/pelapukan akibat dinamika faktor iklim, organisme (termasuk manusia), dan relief permukaan bumi (topografi) seiring dengan berjalannya waktu. Berdasarkan dinamika kelima faktor tersebut terbentuklah berbagai jenis tanah dan dapat dilakukan klasifikasi tanah.
Tubuh tanah terbentuk dari campuran bahan organik dan mineral. Tanah non-organik atau tanah mineral terbentuk dari batuan sehingga ia mengandung mineral. Sebaliknya, tanah organik terbentuk dari pemadatan terhadap bahan organik yang terdegradasi.

1.3  Limbah
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).
Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:
·         Pengolahan Menurut Tingkatan Perlakuan
·         Pengolahan Menurut Karakteristik Limbah



BAB III
PERANAN MANUSIA TERHADAP TANAH

3.1      Hubungan Timbal Balik Antara Manusia Dan Litosfer (Tanah)
Tanah telah dikenal sejak awal peradaban manusia terutama setelah manusia menggunakan tanah untuk bercocok tanam dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya, adapaun manfaat tanah bagi kehidupan adalah sebagai berikut:
1.      Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran.
2.      Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara).
3.      Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh: hormon, vitamin, dan asam-asam organik; antibiotik dan toksin anti hama; enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara).
4.      Sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama & penyakit tanaman.
5.      Penyediaan unsur hara untuk tumbuhan. Ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tingkat produksi suatu tumbuhan. Jumlah dan jenis unsur hara yang tersedia di tanah dan dibutuhkan oleh tumbuhan haruslah sesuai dan seimbang.
6.      Penyedia makanan untuk biota tanah. Tanah menjadi habitat pengurai yang menguraikan sisa organisme mati menjadi bahan makanan yang dibutuhkan oleh tanaman dan organisme lain.
7.      Sumber bahan baku barang kerajinan atau perabot rumah tangga. Kandungan tanah liat dapat di manfaatkan manusia untuk membuat batu bata, barang-barang seni dan kerajinan, maupun alat-alat rumah tangga. Tanah liat juga dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai bahan baku genteng penutup atap rumah atau bangunan.
8.      Memiliki nilai ekologi, yaitu mampu menyerap dan menimpan air (melindungi tata air), menekan erosi, serta menjaga kesuburan tanah.
9.      Memiliki nilai ekonomis yaitu sebagai aset yang dapat disewakan atau diperjual belikan dan mengandung barang tambang atau bahan galian yang berguna untuk manusia.

Semua hal yang telah mengalami polusi pasti pada akhirnya akan menimbulkan bermacam- macam dampak negatif, tidak terkecuali tanah ini. Jika udara dan air yang terkena polusi akan menimbulkan berbagai macam masalah, maka tanah pun juga demikian. Ada banyak dampak negatif yang dapat timbul karena adanya polusi tanah ini. Beberapa macam dampak negatif dari polusi tanah antara lain sebagai berikut:
·         Menyebabkan kematian berbagai tumbuhan dan makhluk hidup lainnya
Polusi tanah ini mempunyai dampak buruk, yakni tanah yang tercemar akan menjadi racun. Hal ini akan berakibat pada masa hidup tanaman. Tamanan yang awalnya tumbuh dengan subur, lama- kelamaan akan menjadi layu, bahkan akan mati. Selain tanaman, polusi pada tanah ini juga akan berdampak pada makhluk hidup lainnya. Zat- zat polutan yang ada di dalam tanah akan masuk ke dalam jaringan tumbuhan. Ketika tumbuhan tersebut dimakan oleh manusia maupun binatang, maka efek negatifnya dapat tersalurkan pada binatang atau manusia yang memakan tumbuhan tersebut.


·         Menyebabkan polusi pada udara
Polusi tanah akan berdampak pada polusi udara. Hal ini terjadi  karena berbagai zat yang mencemari tanah (misalnya sampah) dalam jangka waktu yang lama akan menyebabakan udara yang berada di sekitarnya menjadi tercemar dan tidak sehat. Hal ini akan berakibat udara menjadi tidak nyaman untuk dihirup etika bernafas. Lalu, apabila yang membuat polusi tanah tersebut adalah sampah, ketika akan terjadi proses dekomposisi maka akan menimbulkan bau yang begitu menyengat, inilah yang dimaksud dengan polusi udara.

·         Mengurangi kesuburan tanah
Polusi tanah jelas akan menyebabkan tanah menjadi tidak subur dan produktif.  Kita semua mengetahui  bahwasannya tanah ini pada dasarnya mempunyai keunggulan. Salah satu keunggulan tanah adalah mempunyai nilai kesuburan sehingga banyak tanaman bisa hidup dengan subur. Namun ketika tanah ini sudah terkena polusi oleh berbagai macam zat yang merugikan, hal ini akan menurunkan tingkat kesuburan tanah tersebut. Tanah akan menjadi tidak subur karena zat- zat polutan sudah merusak jaringan kesuburan tanah tersebut. Akibatnya, banyak tanaman yang tidak akan bisa tumbuh dengan baik.

·         Merusak ekosistem
Ekosistem merupakan interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan serta komponen- komponen yang ada di dalamnya (baik komponen biotik maupun komponen abiotik). Tanah  ini merupakan komponen abiotik sehingga ketika tanah tercemar pastinya akan menyebabkan menyebabakn ketidakseimbangan ekosistem (baca: ekosistem sungai, ekosistem gurun, ekosistem hutan). Akibatnya lingkungan menjadi tidak nyaman dan banyak fungsi yang seharusnya didapatkan justru akan berubah menjadi suatu wujud kerugian.

·         Menimbulkan wabah penyakit
Dampak polusi tanah yang selajutnya adalah timbulnya banyak bibit penyakit. Tanah yang tercemar merupakan rumah yang sangat nyaman bagi organisme organisme  patogen yang menimbulkan banyak penyakit. Dan dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama akan menyebabkan berbagai penyakit datang dan akan menyerang  makhluk hidup yang menempati tanah yang tercemar tersebut. Penyekit ini pada akhirnya akan menyerang manusia, binatang, dan juga tumbuh- tumbuhan.

·         Merusak keindahan atau estetika
Hal yang pasti terjadi selanjutnya akibat adanya polusi tanah adalah rusaknya nilai keindahan atau estetika lingkungan. Keindahan lingkungan tidak hanya terdapat pada apa yang kita lihat saja, namun juga apa yang kita dengar dan apa pula yang kita rasa. Polusi tanah akan banyak sekali merusak nilai- nilai keindahan tersebut.

Tidak hanya itu saja, dan yang paling penting polusi tanah ini akan menyebabkan kondisi lingkungan yang kita tempati menjadi tidak nyaman sama sekali. Terlebih apabila pencemarah tanah tersebut disebabkan oleh sampah. Sampah- sampah akan membuat berbagai macam kerugian bagi makhluk hidup. Selain tidak sedap dipandang mata, sampah juga akan menyebabkan bau yang sangat menyengat. Ini sungguh tidak nyaman digunakan sebagai tempat bermukim.

3.2      Usaha Rekayasa Pencemaran Litosfer (Tanah)
Menurut   Peraturan   Pemerintah   RI   No.   150   tahun   2000   tentangPengendalian kerusakan tanah untuk produksi bio massa: “Tanah adalah salahsatu komponen lahan berupa lapisan teratas kerak bumi yang terdiri daribahan mineral dan bahan organik serta mempunyai sifat fisik, kimia, biologi,dan mempunyai kemampuan menunjang kehidupan manusia dan makhlukhidup   lainnya. Namun, berbagai   macam   aktivitas   manusia   telahmenyebabkan terjadinya kerusakan tanah. Di dalam PP No. 150 th. 2000 disebutkan   bahwa   “Kerusakan   tanah   untuk   produksi   biomassa   adalahberubahnya sifat dasar tanah yang melampaui kriteria baku kerusakan tanah”.Ketika   suatu   zat   berbahaya   (beracun)   telah   mencemari   permukaantanah, maka zat berbahaya tersebut dapat menguap, tersapu air hujan dandapat masuk ke dalam tanah. Zat berbahaya yang masuk ke dalam tanah akanmengendap  sebagai   zat   kimia   beracun   didalam   tanah.  Zat   beracun   yangterdapat didalam tanah akan berdampak negatif pada manusia ketika terjadikontak langsung langsung tidak langsung atau dapat juga mencemari air tanahdan udara disekitarnya.
Pencemaran tanah tidak lepas dari aktivitas harian manusia. Ada banyak sekali aktivitas harian manusia yang akan menyebabkan pencemaran tanah. Beberapa aktivitas harian manusia yang dapat menyebabkan pencemaran tanah antara lain sebagai berikut:
1.      Limbah Cair
Penyebab dari pencemaran tanah yang pertama adalah limbah cair. Pasti kita semua sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan limbah bukan? Limbah merupakan sisa dari produksi suatu barang tertentu. Biasanya limbah dihasilkan oleh industri baik industri kecil atau rumahan maupun industri besar atau perusahaan. Limbah cair berarti limbah yang yang berbentuk cairan atau air. Namun ternyata yang menghasilkan limbah cair ini bukan hanya pabrik saja lho, namun kegiatan rumah tangaan juga menghasilkan limbah cair. Beberapa contoh limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan rumah tangga antara lain air bekas cucian, baik yang mengandung detergen atau sabun maupun tidak. Limbah cair dapat mencemari tanah karena sifatnya yang meresap ke dalam tanah sehingga dapat menrusakkan kandungan zat- zat baik yang ada di tanah.
2.      Limbah Padat
Limbah tidaj hanya berbentuk cair saja, namun juga ada yang berbentuk padat. Yang namanya limbah meskipun bentuknya seperti apa tetap mengotori atau mencemari. Limbah padat adalah sisa kegiatan produksi atau konsumsi yang bentunya padat. Limbah padat banyak dihasilkan oleh pabrik yang berupa bubur atau lumpur, maupun yang disebabkan oleh kegiatan rumah tangga seperti plastik, kertas, daun dan lain sebagainya. Limbah padat tentu tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia. Coba bayangkan, sehari saja sangat sulit rasanya manusia berpisah dengan plastik, maka coba kita hitung berapa banyaknya limbah plastik yang dihasilkan oleh manusia setiap harinya? Tentu hal ini akan berdampak sangat buruk bagi kesehatan manusia, terlebih plastik merupakan benda padat yang sulit untuk diuraikan. Limbah padat akan mengotori tanah dan membuatnya terganggu. Selain itu limbah padat juga dapat memperburuk pemandangan.


3.      Limbah Anorganik
Limbah anorganik merupakan limbah yang sifatnya sulit untuk diuraikan atau dapat diuraikan namun dalam jangka waktu yang sangat lama. Limbah ini biasa kita temukan di kegiatan konsumsi manusia. Beberapa contoh limbah anorganik yang sering dihasilkan oleh manusia dan juga seringkali kita teukan antara lain plastik, botol bekas, kaleng dan lainnya. Limbah ini tidak hanya menyebabkan pengotiran pada tanah saja, namun juga menyebabkan sarang nyakum karena sifatnya yang dapat menampung air hujan. Limbah ini dapat dibasmi dengan segera dengan cara dibakar. Kebanyakan limbah anorganik ini berbentuk limbah padat.
4.      Limbah Organik
Ada limbah anorganik, ada pula limbah organik. Seseuai dengan namanya, limbah organik merupakan limbah yang keberadaannya dapat diuraikan dengan segera atau dalam waktu yang cukup singkat. Limbah ini juga kebanyakan kita temukan dalam kegiatan rumah tangga maupun industri skala kecil. Beberapa contoh dari limbah organik ini misalnya sisa nasi, sisa sayuran, sisa dedaunan dan lain sebagainya. Limbah ini dianggap lebih baik dan tidak terlalu membahayakan untuk tanah apabila dibandingkan dengan limbah diatas, karena strukturnya dapat diuraikan dengan cepat. Namun tetap saja kelebihan kadar limbah organik akan dapat mempengaruhi tumbuh kembang tanaman yang ada di sekitarnya.
5.      Limbah Pertanian
Penyebab lainnya dari pencemaran tanah adalah karena limbah pertanian. Siapa bilang pertanian itu tidak memiliki limbah? Justru banyak. Salah satunya adalah limbah pupuk kimia dan juga pestisida yang mana keduanya merupakan senjata petani yang sangat ampuh. Pupuk dan juga pestisida yang mengandung banyak bahan kimia ini akan dapat meresap ke dalam tanah untuk kemudian memberikan kerusakan pada jaringan- jaringan tanah sehingga lama kelamaan tanah menjadi tidak subur dan tidak produktif lagi jika digunakan bercocok tanam.
6.      Limbah industri
Seperti halnya limbah pertanian yang dihasilkan dari aktivitas produksi masyarakat, limbah industri pun demikian. Limbah lindustri adalah limbah yang dihasilkan dari aktivitas industri masyarakat atau aktivitas produksi pabrik. Limbah industri ini biasanya memiliki skala yang lebih besar sehingga hasil limbahnya pun lebih banyak daripada limbah pertanian. Namun meski demikian, ada pula industri kecil yang menghasilkan banyak limbah seperti industri rumahan. Limbah industri biasanya sifatnya lebih berbahaya karena kandungan zat kimianya yang lebih banyak. Namun hal ini kembali lagi kepada jenis industri yang dilakukan. Limbah industri yang meghasilkan limbah akan menyebabkan tanah menjadi tidak subur serta memiliki struktur tanah yang kurang bagus untuk ditanami.
7.      Limbah rumah tangga
Limbah rumah tangga disebut juga dengan limbah domestik, yaitu limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga. Banyak sekali limbah yang kita hasilkan dari kegiatan sehari- hari, mulai dari mencuci, memasak, dan lain sebagainya. Limbah ini akan mencemari apa saja yang dilewatinya termasuk juga tanah. Limbah domestik dapat berupa limbah padat maupun cair. Adapun contoh dari limbah domestik seperti sisa cucian, dan juga sayuran basi.

8.      Limbah Pertambangan
Kegiatan pertambangan tidak mustahil dapat menyebabkan limbah. Limbah- limbah hasil pertambangan ini misalnya adalah sisa logam atau banjir lumpur. Kegiatan pertambangan banyak memunculkan limbah sehingga membuat tanaman yang ada disekitarnya mati karena tidak dapat bertahan hidup.
9.      Kebakaran Hutan
Selain limbah yang disebabkan oleh aktivitas manusia, kebakaran hutan juga merupakan salah satu hal yang dapat menemari tanah. Hutan yang telah terbakar biasanya sulit untuk ditanami kembali. Hal ini karena kandungan zat- zat penting yang ada dialam tanah telah mati dan rusak oleh api.
10.  Bencana Alam
Berbagai bencana alam teryata juga dapat menyebabkan pencemaran tanah. Beberapa bencana alam yang dapat mencemari tanah antara lain banjir dan juga gunung meletus.

Nah itulah beberapa penyebab terjadinya pencemaran tanah yang menyebabkan tanah tidak lagi produktif. Sebagian besar dari penyebab tersebut adalah karea aktivitas manusia itu sendiri. Usaha pengendalian penyebaran penyakit melalui tanah dapat dilakukan dengan jalan antara lain :
11.  Pengendalian Vektor Penyakit.
12.  Pengolahan Limbah Padat.
13.  Sitem Pengolahan.




BAB IV
DAMPAK PENCEMARAN TANAH

4.1         Dampak Pencemaran Tanah Pada Kesehatan
Adanya pencemaran tanah sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Seberapa besar dampak ini pada kesehatan sebenarnya juga sangat tergantung pada jenis polutan serta seberapa sering dan banyak polutan yang terpapar ke dalam tubuh. semakin banyak dan sering polutan masuk ke dalam tubuh maka dampak penyakit yang akan dialami juga akan semakin besar dan juga sebaliknya. adapun berbagai jenis resiko polutan dan penyakitnya adalah sebagai berikut ini:
·         Kromium, yang merupakan zat kimia yang digunakan dalam berbagai pestisida dan juga herbisida ini mampu membuat munculnya dampak karsinogenik pada semua populasi bukan hanya untuk spesies manusia saja namun juga makhluk hidup lainnya.
·         Zat timbale, ini sangat berbahaya jika terlalu banyak terpapar ke dalam tubuh karena dapat mengakibatkan peningkatan resiko terkena penyakit ginjal dan kerusakan otak.
·         Benzene, jika tubuh terus menerus mengalami paparan benzene dalam jumlah banyak dan intensitas yang sering maka bisa meningkatkan terkena penyakit leukemia atau kanker darah. tentu saja penyakit ini sangat berbahaya bahkan mematikan.
·         Merkuri, tubuh yang terlalu sering mendapatkan paparan dari zat ini akan sangat mudah mengalami gangguan pada organ ginjalnya bahkan ada beberapa penyakit juga yang tidak bisa diobati karena zat ini.
·         Sikoldenia, zat ini memicu timbulnya infeksi dan gangguan pada fungsi organ hati
·         Karmabat, yang mampu membuat gangguan pada saraf otot sehingga tubuh akan mengalami kesulitan dalam bergerak,
·         Klorin, zat cair yang mengandung klorin ini sangat berbahaya bagi tubuh karena mengganggu fungsi kinerja dari organ hati dan ginjal serta menyebabkan gangguan pada saraf pusat di dalam otak.
Dalam kadar paparan yang sangat tinggi, polusi tanah bahkan dapat menyebabkan kematian. Keracunan bahan kimia dari polutan tanah seperti timbal dapat menumpuk dalam tubuh hingga hitungan bulan dan tahun. Padahal timbunan bahan ini dalam kadar sedikit pun dalam tubuh dapat mendatangkan gangguan kesehatan serius. Pada anak usia di bawah 6 tahun, timbunan timbal dapat mengganggu perkembangan kesehatan mental dan fisik.


4.2         Penanganan
1.      Remediasi
Remidiasi ini dilakukan untuk membersihkan tanah yang tercemar. Saat ini telah diketahui dua cara untuk membersihkan tanah yaitu melalui in-situ dan juga ex-situ. Remidiasi denga in-situ dilakukan dengan cara membersihkan lahan kemudian dilakukan injeksi dan juga melakukan bioremidiasi. Cara ini lebih banyak dilakukan oleh orang karena biayanya yang murah dan jangka waktu penaganannya pun tidak terlalu lama. Sedangkan untuk remidiasi ex-situ dilakukan dengan cara menggali tanah yang mengalami pencemaran dan kemudian tanah tersebut dipindahkan ke daerah lain untuk diamankan. Biasanya tanah ini akan masuk ke dalam tangki atau bunker khusus kemudian ditambahkan berbagai zat yang mampu menghilangkan zat pencemar di dalamnya. setelah tanah menjadi aman dan bersih kemudian bisa diletakan lagi pada tempat sebelumnya. namun cara ex-situ ini jarang dilakukan karena memerlukan waktu yang lama dan biaya yang mahal serta proses yang cukup rumit.
2.      Bioremidiasi
Cara penanganan pencemaran tanah lainnya adalah dengan melakukan bioremidiasi. Sesuai dengan namanya, bioremidiasi dilakukan dengan menggunakan komponen biologi atau organisme lainnya untuk mengobati tanah. caranya adalah dengan memberikan beberapa mikroorganisme khusus yang mampu menguraikan berbagai zat pencemar di dalam tanah seperti jamur dan juga bakteri. Bioremidiasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena dilakukan dengan cara yang alami.


4.3         Pencegahan
Tindakan pencegahan dan tindakan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan macam  bahan pencemar  yang perlu ditanggulangi. langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terhadap terjadinya pencemaran antara lain dapat dilakukan sebagai berikut:
Langkah pencegahan
Pada umumnya pencegahan ini pada prinsipnya adalah berusaha untuk tidak menyebabkan terjadinya pencemaran, misalnya mencegah mengurangi terjadinya bahan pencemar, antara lain:
1.      Sampah organik yang dapat membusuk diuraikan oleh mikro organisme antara lain dapat dilakukan dengan mengukur sampah-sampah dalam tanah secara tertutup dan terbuka,kemudian dapat diolah sebagai kompos/pupuk.
2.      Sampah senyawa organik atau senyawa anorganik yang tidak dapat dimusnahkan oleh mikro organisme dapat dilakukan dengan cara membakar sampah-sampah yang dapat terbakar seperti plastik dan serat baik secara indicvdual maupun dikumpulkan pada suatu tempat yang jauh dari pemukiman, sehingga tidak mencemari udara daerah pemukiman.Sampah yang tidak dapat dibakar dapat digiling dipotong-potong menjadi partikel-partikel kecil, kemudian dikubur.
3.      Pengolahan terhadap limbah industri yang mengandung logam berat yang akan mencemari tanah, sebelum dibuang ke sungai atau ke tempat pembuangan agar dilakukan proses pemurnian.
4.      Penggunaan pupuk, pestisida tidak digunakan secara sembarangan namun sesuai dengan aturan dan tidak sampai berlebihan.
5.      Usahakan membuang dan memakai detergen berupa senyawa organik yang dapat dimusnahkan diuraikan oleh mikro organisme.













BAB V
PENUTUP

A.          Kesimpulan
Sebagian besar kekayaan kita diperloleh dari tanah. kehidupan di bumi ini sangat bergantung pada tanah. Tumbuhan memperoleh air dan mineral dari tanah. Makanan yang kita peroleh dan hewan bergantung pada tumbuhan. jadi makanan kita sebenarnya berasal dari tanah. Semua bahan yang kita perlukan dalam memehuhi kebutuhan dapat diperoleh dari tanah, secara langsung maupun tidak langsung. karena itu marilah kita bersama-sama menjaga kelestariannya, demi kelangsungan anak, cucu kita dimasa datang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat All a h SWT/ (bisa dengan menurut kepercayaannya masing-masing)   karena atas rahmat serta hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah yang berjudul “ (Biasanya Judul Makalah yang akan dibuat) ” ditujukan untuk memenuhi salah satu syarat nilai mata kuliah "(mata kuliah yang diikuti)" Program Studi yang diikuti di Universitas "(Sesuai tempat teman sekalian belajar)" . Makalah ini dapat diselesaikan dengan segala keterbatasan kemampuan yang penulis miliki. Oleh karena itu, penulis menyadari akan segala kekurangan makalah ini. Makalah yang sederhana ini penulis berharap semoga dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang berkecimpung di dalamnya. Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, untuk itu ucapan terima kasih dan penghargaan yang setulus-tulusnya penulis sampaikan sebagai berikut : 1. Keluarga 2. Dosen mata kuliah 3.Teman (Biasanya t...

Contoh Daftar Isi

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................... 1 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................... 1 BAB III PEMBAHASAN ...................................................................................... 1 BAB IV PENUTUP ................................................................................................ 1 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 1 Terima kasih, semoga bermanfaat :)